twitter
    Celebrating the T in LGBT

Sabtu, 02 Juni 2012

Dari Musikal Laskar Pelangi: Kuli-Kuli Cantik

jam 3.30 pagi. dua minggu yang lalu, saya lagi di hotel pop, nih. rombongan TC musikal laskar pelangi baru datang, dan saya harus menunjukkan kamar mereka.


theater crew MLP rata2 cowok. sebagian besar dari mereka berperan jadi kuli-kuli timah belitong. nampaknya sih cowok-cowok ini usianya 20-30an. dandanan mereka rata-rata sesuai dengan image cowok metroseksual jakarta: bersih, modis, dan flamboyan. 


hari-hari pertama latihan di jogja, TC-TC ganteng ini jadi bahan obrolan (juga tertawaan) di antara teman-teman saya sesama LO. "di panggung pada macho, begitu turun panggung, eh...melambai juga," begitu kata teman-teman. 



saya lumayan sebal pada teman-teman yang menjadikan ini bahan tertawaan. di mata saya, para TC itu adalah orang-orang yang melakukan tugasnya dengan profesional dan sangat baik. bayangkan saja, orang-orang yang sehari-harinya feminin, mampu memukau semua penonton dengan nyanyian serta gerak tubuh mereka dan membuat penonton mempercayai bahwa para kuli timah belitong memang macho, gagah. mereka mampu menghidupi peran yang sangat berbeda dengan karakter asli mereka. bukankah aktor-aktor macam itu yang selalu diinginkan pecinta seni peran, hingga ada banyak sekali penghargaan (termasuk yang super bergengsi seperti oscar) yang didedikasikan bagi mereka?


keprofesionalan mereka sama dengan para aktor macho yang mau dan mampu memerankan lakon-lakon feminin, seperti donny damara di lovely man (dia menyabet banyak penghargaan!), tora sudiro, surya saputra, rio dewanto di arisan 2, heath ledger di brokeback mountain, dan sebagainya. sama profesionalnya juga dengan  hilary swank, misalnya, yang berperan jadi transgender female to male di film boys don't cry. 


herannya, ketika orang2 yang masuk dalam kategori mainstream ini melakoni peran non mainstream, mereka dipuja. sebaliknya, orang-orang yang di kesehariannya dianggap berada di luar mainstream kemudian melakoni peran mainstream, malah ditertawakan dan diejek. komentar orang bahkan tidak lagi ditujukan pada kekuatan akting mereka, melainkan pada kehidupan personal mereka (penampilan, gerak-gerik, orientasi seksual, dsb).


hedehhh, capek deh. tahun berapa ini bok??


begitulah. untungnya, jokes2 yang menurut saya enggak lucu itu gak bertahan lama (soalnya pada saya nyinyirin sih :p).


dan saya pun kesengsem pada kuli-kuli cantik nan menawan ituh. hahahahahaa....


hoi, hoi!


pandean, 2 Juni 2012
::che::

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What's on your mind? Let me know! :))