twitter
    Celebrating the T in LGBT

Minggu, 23 Desember 2012

Spasi dan Tanda Baca.

Betul kata Dewi lestari. Kata-kata tak lagi indah tanpa spasi. Begitu juga hidup. Spasi. Spasi. Spasi.

Begitu juga relasi. Relasi romantis. Relasi kerja. Relasi persahabatan. Relasi dengan kamar. Relasi dengan ide. Relasi dengan mimpi. Relasi dengan diri sendiri.

Butuh spasi. Butuh jeda. Butuh titik. Butuh koma. Mungkin juga titik koma.

Saya sedang merangkai kembali relasi-relasi ini. Menyusun kata dan kalimat. Memberi spasi dan tanda baca lagi.

Rasanya nikmat, meski ada juga sedikit rasa bersalah. Hahaha.


Hoaaahhmmm....
Biar saya nikmati lagi permainan kata ini.

-ema
*special thanks to Lia, yg menemani saya bermain-main. :))

Rabu, 12 Desember 2012

break

Me: Could we please just take a break, baby?
She: Of course. Why not? i think we do need distance for now.



I wish it could be that easy. Oh my God.


-ema

Jumat, 07 Desember 2012

Stupido Ritmo - FLOAT

You and I painting rainbows when no rain falls on our wall
Smelling raindrops on a hilltop as they fall
You and I laughing loudly with no reasons in our walk
Chasing sunsets, dancing minute in the dark
Why don't we just disappear
If that could keep us here?


Kamis, 29 November 2012

Peace Bomber Project [1]: Terima Kasih

Kemarin pagi, waktu berangkat beli rendeng bareng Mumu, saya melewati Gereja Kristen Jawi di depan kampus UKDW. Ratusan murid BODA (SMA Bopkri 2) sedang keluar dari gereja, menuju sekolah mereka.

Muda dan ceria. Penuh senyum dan harapan.

Dan saya menangis sambil menyetir.
Tunas2 belia ini, dengan berbagai cara, akan ditundukkan oleh sistem dan seperti dipaksa menjadi generasi yang hilang. Mereka dicegah untuk mengenali diri sendiri dan berkontribusi pada masyarakatnya. Mereka hanya disiapkan untuk jadi budak-budak korporasi.

Selasa, 20 November 2012

FEmale, mrS, She, WOman



Yayy! So here we are. Coba katakan pada saya, apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika membaca ini?

....


Kamis, 15 November 2012

Kepo is Killing Me

Kepo itu candu yang membunuh.

Setidaknya itu pengalaman saya sih. Kadang saya ngepoin halaman socmed orang lain. Niat awalnya sih untuk melihat perkembangan orang, dan kalau bisa mengambil pelajaran dari pengalaman yg tertuang di sana. Sayangnya, tak jarang saya terjebak untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Lalu saya mendadak merasa bodoh atau tidak berharga atau tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka; biasanya karena mereka lebih memenuhi standar orang kebanyakan tentang kesuksesan: lulus kuliah cepet, IP tinggi, kerjaan oke, aktivitas sosial top markotop, sering pergi ke luar negeri, blablabla.

Aduh. Paling benci deh kalau saya sudah terjebak di badai otak macam itu. Benci pada saya yang seringkali gak bisa menghargai diri sendiri. Benci pada saya yang sering sangat silau pada capaian-capaian orang dan gagal melihat mimpi sendiri. Benci pada diri yang tergiur untuk cari keuntungan pribadi, demi memenuhi ide sukses orang lain. Kesal, kesal, kesal!

Dodol banget lah. Padahal daripada kepo terus2an kemudian galau, kan mending saya ngerjain apa kek. Fokus ke cita-cita lah pokoknya! Aaaarrrrrgggghhhhh.........


My kepo habit is killing me!!!




-ema

Minggu, 11 November 2012

Sincere Smile Turns Stranger into a New Family

Hari ini, saya pergi ke Bantul seperti biasa, membeli rendeng (daun kacang tanah) untuk kelinci2 tercinta. Tak disangka, di sana saya bertemu salah satu satpam perempuan di kampus saya. Ternyata dia adalah menantu Mbah Wadji si penjual rendeng. Ia mengenal saya dari kejauhan, lalu menyapa saya dengan girang.