twitter
    Celebrating the T in LGBT

Rabu, 31 Oktober 2012

Road to Pangandaran-Bandung [1]: Tentang Motor

Halo, halo, halo!

Ini adalah salah satu catatan saya tentang perjalanan ke Pangandaran dan Bandung awal Oktober kemarin.

Ceritanya, saya dan Mumu pergi ke Bandung dalam rangka rekreasi bersama keluarga besar warung pedes Mbak Sasha. *makasih mbak sashaaaaaa*



Supaya bisa jalan2 keliling Bandung dengan lancar, kami berdua memutuskan untuk menyewa motor. Thanks to Google, kami menemukan Sava Rental Motor. Harga sewanya emang lebih mahal dari Jogja (24 jam di Jogja: 50 ribu, di Sava: 75-85 ribu), tapi pelayanannya oke. Kami cukup menghubungi nomer hape yang tertera di website mereka, bercakap sebentar, lalu motor pun diantar ke tempat kami berada (saat itu kami di depan Cihampelas Walk). Lalu saya mengisi formulir peminjaman yg dibawa karyawan Sava, serta formulir asuransi motornya. [keren yaa, ada asuransinyaaa] Berikutnya wajah dan kartu identitas saya difoto. Prosesnya hanya makan waktu 10 menit saja, tidak lama! Dan kunci motor pun pindah ke tangan saya. Hahahaa....

Kami dapat pinjeman motor scoopy keluaran tahun 2011 plus dua helm standar yg bagus. Penampilan fisik si scoopy masih oke. Sayangnya, mesinnya gak secakep bodinya. Beraaatttt! Mungkin karena selalu berpindah tangan dan kurang dirawat. Sayang banget pokoknya.

Si Scoopy, ada stikernya "savarentalmotor.com"

Bagi orang yang tidak pernah tinggal di kota besar seperti Surabaya atau Jakarta, saya rasa akan mengalami sedikit masalah dalam mengendarai motor di Bandung. Sebetulnya pusat Kota Bandung itu kecil sekali dan jalannya lebar-lebar. Tapiii, mayoritas jalanannya itu jalur searah, sehingga kita harus jeli sekali membaca papan penunjuk jalan supaya tidak salah belok. Sekali kita salah, bisa2 kita kudu muter dulu sejauh dua kilo biar bisa balik ke jalan yang tadi. =___= Jalanan di bandung juga dipenuhi mobil2, makanya pengendara motor mesti ati2 dan siap mental biar gak bersenggolan dengan mereka. Kita gak bisa berbelok dengan mendadak di sana! Selain melanggar aturan, tingkah urakan tadi sangat mungkin menyebabkan orang lain celaka. Jadi intinya: kalem saja lah.

Tips lain buat turis bermotor di Bandung: bawa peta atau bawa muka. Bawa peta supaya tahu arah dan tidak salah jalan, atau bawa muka untuk bertanya pada orang. Hahahahaa... Kalau Anda cuma sebentar di sana seperti saya dan Mumu, mending bawa muka aja. Orang di bandung ramah2 kok. :)) Peta sangat bermanfaat kalau kita tinggal di sana selama lebih dari dua hari, seperti saya tahun 2010 lalu.


Yang pasti, naik motor di Bandung bareng pacar tercinta itu menyenangkan dan romantisss! Jalannya teduh, lho. Kita gak perlu kuatir kepanasan dan gak akan senewen di jalan (macam di Jogja ini) sehingga bisa ngobrol dan bercanda bareng partner di motor. Kota Bandung juga sangat sedap dipandang mata, bikin suasana hati jadi nyaman dan senang. Romantis lah pokoknya! Apalagi kalo pake nyasar bareng, terus nanya2 jalan ke orang bareng2, terus kehujanan bareng. Aaaaawwww...bawaannya pengen pelukan dehhh *curhat*

Yap, yap, begitulah pengalaman singkat kami berdua bermotor ria keliling kota. :D Enak deh pokoknya! Setelah empat jam puter2, kami janjian dengan karyawan Sava untuk penjemputan motor. Gampang kan? Sekarang gak perlu bingung lagi kalau mau berpetualang di Bandung dengan uang terbatas. Serius, ini jauh lebih murah dari naik angkot apalagi taksi.

Cheers,
-ema

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What's on your mind? Let me know! :))