twitter
    Celebrating the T in LGBT

Rabu, 10 Oktober 2012

i.m.p.o.t.e.n


Pernah ketemu orang yang suka nelikung, main klaim, n nusuk orang dari belakang?

Saya punya lo kata yang tepat buat orang kayak gitu.

Impoten.


Iyaaaaaaa.... IMPOTEN.

I.M.P.O.T.E.N.

Ngerti gak artinya?

Kalo gak ngerti buka kamus cuy. Usaha.

Nih saya kasih contekan dari internet.


Impotent (adjective)

1. not potent; lacking power or ability --- alias gak punya kekuatan, kurang kekuatan atau kemampuannya
2. utterly unable (to do something). --- alias sama sekali gak mampu melakukan sesuatu


Gimana? Pas, kan, pilihan katanya?
Coba bayangin deh: Pertama, dia silau liat orang kreatif yang bisa bikin karya2 bagus. Trus, yang kedua, dia berusaha keras buat ngeklaim karya itu. Ngerti ngeklaim kan? Itu lo..ngaku-ngaku.. Ngakuin karya itu sebagai karya dia. Orang ini dengan banyak cara bakal bikin orang percaya kalo itu karya dia man! Nah, ketiga, orang ini bakal nggunjingin si kreatif di belakang.

Wadooooohhhhh.... Udah kebayang to? Coba deh pikir, kalo bukan impoten, siapa sih yang bakal ngelakuin  hal-hal bodoh kayak gitu?

Orang yang punya kemampuan sih gak bakal silau sama kemampuan orang lain brur. Yang ada dia malah hepi kalo liat orang kreatif lain. Rasanya kayak tertantang bikin sesuatu yg lebih kreatif man. Orang yang punya potensi gak butuh ngeklaim karya orang. Menjijikkan. Disgusting! Haram hukumnya, Bung!!! Haduhhh... Orang2 brilian macam itu sih bakal milih buat menghasilkan karya sendiri, memperbaiki yang udah ada. Ngapain nempel2 kayak benalu di ketiak orang? Yaiks banget.

Kasak-kusuk di belakang? BIG NO buat orang-orang yang potensial. Tapi kalo buat si impoten sih...ini makanan sehari-hari kali ya? Jurus pamungkas ini muncul kalo jurus klaim-nya tadi udah terbaca bro, atau kalo si "musuh" ternyata lebih tangguh dari yang dia bayangkan. Sikap ini muncul karena ada "kekuasaan yang terganggu", bro. Iyak, kekuasaan yang ia ciptakan sendiri. Pengakuan dan puji-pujian semu yang ia kejar, bisa gagal kalo si pencetus ide ternyata kuat. Bahaya, bahaya! maka pembunuhan mejadi jalan terbaik. Tusuk dari belakang, Bung... :D



Orang-orang impoten itu sesungguhnya patut dikasihani. Sungguh tak ada kemampuan yang mereka miliki, hingga mereka harus berjibaku untuk meraih pengakuan -atas kompetensi palsu yang mereka klaim dari karya, keringat, dan tetes darah orang lain.


Kalo kamu pernah jadi korban orang macam ini, gakpapa. Menangislah sebentar, sebelum kau tegakkan lagi kepalamu. Ingat, ketika orang malakukan itu padamu, itu artinya kamu benar-benar punya kemampuan bagus yang layak diperhitungkan (yang artinya bagi mereka adalah layak diklaim atau diserobot).

Alahhh, sudahlah. Gak ada gunanya ndengerin orang macam itu. Iya, prosesnya emang menyakitkan di awal. Tapi lama2 kamu akan biasa, seiring dengan meningkatnya kemampuanmu. Asah terus, kamu bisa melakukan banyak perubahan dengan itu.

Ketika mereka meraih keuntungan besar dari tetes darah dan keringatmu, jangan iri, Kawan. Tidak ada yang perlu dikagumi dari kelicikan mereka. Ketahuilah, Kawan, potensimu jauh lebih tinggi dari iri hati, kelicikan, dan kedunguan macam itu.

Fokus, fokus saja pada niat baikmu. Semesta tahu, tapi mereka meunggu. Pada saatnya, dunia tahu apa yang sesungguhnya. Yakinlah.

What doesn't kill you, makes you stronger. -Friedrich Nietzsche


-ema

1 komentar:

What's on your mind? Let me know! :))