twitter
    Celebrating the T in LGBT

Rabu, 17 Juli 2013

Tentang Teman

Kata orang, kita bisa tahu siapa teman kita yg sebenarnya justru di saat kita sedang kesusahan, bukan di saat senang. Yang menemani kita di saat sulit, dialah teman yang sesungguhnya.

Kata saya, belum tentu. Bisa jadi, sosok yang menemanimu saat susah kebetulan sedang kesepian, atau lagi susah juga, jadi dia cari orang yang lagi sama2 susah buat berbagi waktu. Di saat susahmu berikutnya, ketika si dia sudah melewati masa masa susahnya, kamu berpijak sendiri. Terlalu berat baginya untuk mengotori tangan demi menarikmu dari lumpur. Atau jika kalian masih sama2 susah, masalahmu kemudian menjadi pelengkap semata. Bahwa mendengarkan curhatmu hanyalah sebuah formalitas, syarat supaya kalian terlihat seperti saling mendengarkan. Pada akhirnya, hanya kamu yang benar2 peduli, mendengarkan, dan memberi energi positifmu padanya; tanpa ia melakukan yang sama; hingga energimu begitu habis terkuras dan kakimu makin sulit menarik diri dari lumpur.

Kata orang juga, berhati-hatilah pada orang yang selalu ada di saat kamu senang. Mungkin mereka hanya mendompleng kesenanganmu saja.

Kataku, sebaliknya. Lebih baik didomplengi orang yang nyata2 ikut bergembira bersama kita, karena yang tak ikut bergembira, mungkin sesungguhnya benar2 tak ingin kita maju dan bahagia.

Demikianlah,
dunia tidak seramah itu, Kawan.

*in a dark-but-honest moment

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What's on your mind? Let me know! :))